Alviyah ibnu aqil

Sungguh indahnya Alam ini beserta isinya

Istilah-Istilah Biologi

2 Komentar

METABOLISME

  • Metebolisme (metebolism) keseluruhan proses perubahan kimiawi yang dikendalikan oleh  enzim yang terjadi dalam sel, organ atau organisme yang bertujuan memperoleh energi kimia dari cahaya atau molekul bahan bakar, mengubah hara dari luar menjadi bahan prekursor, menyusun prekursor menjadi makromolekul untuk melaksanakan suatu fungsi dalam sel tertentu.
  • Anabolisme (anabolism) bagian metebolisme yang menyangkut sintesis metabolisme molekul kompleks dari molekul-molekul yang sederhana, yang memerlukan energi kimia untuk melaksanakan; bandingkan dengan katabolisme.
  • Katabolisme (catabolism) proses penguraian senyawa majemuk menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana di dalam tubuh makhluk hidup dengan hasil dilepaskannya energi: lawan anabolisme.
  • Respirasi (respiration) 1. Pertukaran gas antara makhluk dan media   lingkungannya;               pernapasan; 2. Proses pengikatan oksigen oleh butir-butir darah untuk penyediaan bahan bakar untuk seluruh tubuh  melalui permukaan alat-alat napas (paru-paru, ingsang) pada binatang, sekaligus mengeluarkan karbon dioksida. 3. Oksidasi molekul organikdalam sel untuk melepaskan energi dan umumnya menghasilkan karbon dioksida dan air; 4. Dalam energetikaekologi, bagian energi terasi milasi yang dilepas sebagai panas sebagai akibat kegiatan metabolisme untuk suatu satuan waktu, yang dinyatakan sebagai respirasi R= asimilasi A= produksi P= konsumsi C- produksi- rejekta Fu.
  • Respirasi aerob (aerobic respiraation)  yang menyebabkan penyerapan oksigen bebassampai bbahan organik dasarnya habis teroksidasi; misalnya dari suatu molekul glukosa dapat dihasilkan  700 kcal oleh respirasi aerob ketimbang hanya sekitar 72 kcal yang dihasilkan oleh respirasi secara anaerob.
  • Respirasi anaerob (anaerobic respiration) lintasan katabolisme yang menghasilkan energi kimia dari senyyawa organik tanpa melibatkan oksigen bebas, misalnya terjadi pada fermentasi alkohl atau beberapa fermentasi bakteri.
  • Glikolisis (glicolysis) perombakan glukosa dalam keadaan anaerob menjadi asam laktat (pada sel-sel hewan, beberapa jenis jamur dan bakteri) atau asam piruvat (pada sel-sel tumbuh-tumbuhan).
  • Dekarboksilasi oksidatif  reaksi antara yang berlangsung sebelum asam piruvat memasuki siklus krebs.
  • Siklus krebs pembongkaran asam piruvat secara aerob menjadi CO  dan H O serta energi kimiasistem
  • Sistem transpor elektron pengangkutan elektron melalui rangkaian molekul penangkap elektron (sitokrom) yang menghasilkan ATP
  • NAD nikotinamid adenin dinukleotida
  • ATP (adenosina trifosfat) senyawaan nukleutida yang  dilekatkan melalui gugus ibosa kepada tiga molekul asam foosfat, mudah terkonversikan secara bolak balik dengan AMP dan ADP, dan kalau dihidrolisis menghasilkan energi untuk menggerakan berbagai proses biologi.
  • FAD flavin adenin dinukleotida
  • Hidrolisis (hydrolysis) penguraian senyawa organik dengan menambahkan molekul air.
  • Asetilkoenzim A (acetylcoenzyme A) aseil tioester dari koenzim A yang digu sebagai dono gugus asetil.
  • Sitoplasma (cutoplasm) suatu badan sel diluar nukleusnya.
  • Matriks (matrix) substansi pembentuk yang menjadi asal sel dan struktur lainnya, substansi antar sel pada jaringan.
  • Krista (crista) 1. Lipatan yang membentuk gigir; 2. Lipatan lapisan membran dalam pada mitokondra.
  • Redoks (redox) proses reduksi dan oksidasi kimia yang terjadi bersama-sama.
  • Oksidase (oxidase)enzim-enzim yang mempercepat oksidasi suatu substrat dengan mengambil hidrogen dari substrat tersebut dan menggabungkannya dengan oksigen.
  • Fosfsporilasi (phoonsporylation) penambahan gugusan fosfat pada suatu senyawa.
  • Fosforilasi oksidatif (oxidative phosporylation) reaksi pembentukan ATP dari ADP dan fosfat anorganik, yang terjadi pada situs-situs rantai respirasi, ketika elektron mengalir disepanjang rantai tersebut menuju oksigen.
  • Asam fosfoenolfiruvat (phosphoenol piruvic acid, PEP) ikatan berenergi tinggi yang jika dideosforilkan ke asam piruvat akan menimbulkan sintesis ATP dari ADP pada tahap kedua glikolisis
  • Fermentasi (fermentation) pemecahan senyawa orgaanik oleh mikrob yang berlangsung dalam suasana anaerob dan menghasilkan energi; peragian
  • Fermentasi alkohol (alcoholic fermentation) fermentasi yang dilakukan oleh mikrob tertentu, seperti aspergillus.
  • Fermentasi laktat (lactat fermentaton) dilakukan oleh bakteri. Pada beberapa aktivitas tertentu.
  • Enzim  (enzyme) protein yang dihasilkan oleh organisme; berfungsi sebagai katalisator hayati yang sangat efisien.
  • Inhibitor senyawa kimia yang bersifat menghambat kerja enzim.
  • Inhibitor kompetitif  senyawa kimia yang menyerupai substrat yang dapat bereaksi dengan sisi aktif enzim
  • Inhibitor nonkompetatif senyawa kimia yang menghambat kerja enzim dengan cara melekat pada bagian selain sisi aktif enzim.
  • Pigmen respirasi (respiratory pigments) pigmen yang ikut serta dalam peristiwa oksidasi-reduksi yang terjadi pada makhluk; misalnya homoglobin, hemosianin dan sitokrom
  • Sitokrom (chytochrome) protein mengandung besi-porfirin yang merupakan bagian rantai transpor elektron dalam proses pernapasan.

FOTOSINTESIS

  • Fotosintesis (fhotosyntesis) proses bio-kimia menggunakan energi surya untunk menyintesis karbohidrat dari karbon dioksida dan air dalam klorofil
  • Fotofosforilasi (photopohosphorylation) produksi ATP dan ADP dan fosfat anorganik dengan menggunakan elektron fotosintesis yang dirangsang cahaya sebagai sumber energi
  • Foto eksitasi pelepasan atau pengeluaran
  • Fotolisis (photolysis) dekomposisi senyawa kimia oleh kegiatan cahaya matahari
  • Fotoeksitasi (photoecsytaton) mengeluarkan elektron
  • Fiksasi mengikat CO
  • Reduksi pengurangan elektron
  • Regenerasi (regeneration) pembaruan atau restorasi struktur atau jaringan sesudah rusak atau hilang
  • Reaksi terang reaksi penangkapan energi cahaya oleh fotosistem dalam kloroflas untuk diubah menjadi ATP dan NADPH yang selanjutnya digunakan untuk sintesis glukosa pada reaksi gelap
  • Reaksi gelap rangkaian reaksi penggunaan ATP dan NADPH dari reaksi terang untuk sintesis glukosa
  • Klorofil (chlorophyll) pigmen yang terletak di kloroflas dan terdapat pada ganggang, lumut paku dan tumbuhan biji, menyerap cahaya merah, biru, dan ungu, serta mereflesikan cahaya hijau yang menyebabkan tumbuhan memperoleh ciri warnanya, mempunyai kemampuan berfotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat dari air dan karbon dioksida dengan bantuan sinar matahari
  • Klorofil a (chlorophyll a) salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan autrotrof
  • Klorofil b (chlorophyll b) salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat
  • Klorofil c (chlorophyll c) salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada ganggang coklat phaeophyta serta diatom bacillariophyta
  • Klorofoil d (chlorophyll d) salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada ganggang merah Rhodophyta
  • Kloroflas (chloroplast) plastid hijau yang biasanya berbentuk cakram dan tersusun atau sistem slaput yang mengandung klorofil dan pigmen lain yang saangat esensial untuk fotosintesis; kadang-kadang disebut juga kloroflastid
  • Kloroflastid (chloroplastid)satu plastid yang berisi pigmen klorofil, yang berfungsi menjalankan proses fotosintesis
  • Karotenoid (carotenoids) pigmen kuning jingga, atau merah melarutkan lemak yang terdapat pada sel-sel berfotosintasis atau tempat lainnya secara luas pada tumbuhan
  • Xantofil (xanthophylls) kelompok pigmen yang merupakan turunan karotena yang beroksigen dengan rumus C H O yang berfungsi sebagai pigmen pembantu dalam proses fotosintesis; misalnya fukoxantin dan peridinin
  • Pigmen (pigment) bahan pewarna dalam tumbuh-tumbuhan dan binatang
  • pigmen kloroflas (chloroplast pigments) substansi warna yang terdapat dalam kloroflas, terdiri dari klorofil, karoten dan xantofil
  • pigmentasi (pigmentation) penimbunan zat pewarna pada permukaan bagian tubuh makhluk karena adanya senyawa kimia tertentu yang dapat menyerap cahaya secara selektif.
  • Tanampan C3 tanaman yang pengikatan CO nya dilakukan oleh RuBp.
  • Tanaman C4 tanaman yang memiliki sel udang pembuluh dan pengikat CO oleh PEP
  • Tanaman CAM tanaman yang membuka stomata pada malam hari dan menutup pada siang hari
  • Tilakoid sistem membran dalam kloroflas
  • Grana (grana) butir-butir yang terdapat pada kloroflas, mempunyai membran tipis, mengandung klorofil dan karotinoid, ikut aktif dalam proses fotosintesis
  • Stroma 1 kerangka benda-benda darah merah yang tembus cahaya 2 badan protoplasma plastid 3 jaringan padat yang mengikat dan menunjang organ
  • Bakteri fotosintesis (photoshynthetis bacteria) sekelompok bakteri yang mengandung bakterioklorofil sehingga mampu berfotosintesis dengan menggunakan hidrogen dari asam sulfida atau senyawa sulfur lainnya yang menambat karbon dioksida melalui daur calvin
  • Mesofil (mesophyll) jaringan parenkima daun yang berfungsi untuk fotosintesis, terdiri atas tenunan terang (palisade) dan tenunan bunga karang, terletak antara epidermis bagian bawah dan atas pada daun
  • Stomata (stomata) lubang kecil dengan dua sel kawal, terdapat pada lapisan luar tumbuhan terutama epidermis daun, berfungsi sebagai jalan pertukaran gas

SINTESIS PROTEIN

  • Sintesi protein( protein synthesis) proses sintesi protein pada ribososm menurut informasi genetika yang terdapat dalam kurir RNA, merupakan biosintesis protein dan termasuk aktvasi asam amino dan tiga tahap tranlasi inisiasi rantai, pemanjangan rantai, pengakhiran rantai.
  • Asam amino (amino acids) senyawa-senyawa organik yang mengandung gugusan amino (NH2) dab karboksil (COOH) dan yang merupakan senyawa dasar dalam pembentukan protein; dikenal 20 macam glisin, treonina, asam aspartat, alanina, fenilalanina, asparagina, valina, tirosina, asam glutamat, leusina, triptofan, glutanina, isoleusina, sisteina, arginina, serina, prolina, lisina, metionina, dan histidina.
  • Asam amino esensial (essential amino acid)asam amino yang ddiperlukan makhluk untuk pertumbuhan dan fungsi normal, tetapi yang tak dapat disintesis oleh makhluk itu sendiri sehingga harus diperoleh melalui konsumsi
  • Ribosom (ribosome) satu dari sejumlah besar partikel nukleoprotein subsel yang tersusun atas RNA dan protein yang merupakan situs sintesis protein di dalam sel
  • DNA (DNA) asam deoksiribonukleat yang merupakan bahan genetika primer suatu sel, terdiri atas polimer nukleotida adenina (A) guanina (G) sitosina (C) dan rantai polinukleutida dalam bentuk ulir rangkap; urutan pasangan nukleutida dalam rantai merupakan dasar sandi-genetika
  • RNA dini yang khas virus yang disintesis oleh polimerase RNA segera setelah infeksi virus pada sel inang
  • RNA kompleks populasi molekul RNA yang terdiri atas individu-individu mRNAyang terdapat dalam jumlah kopi sedikit setiap selnya; disebut juga mRNAlangka
  • Kodon (codon) sega deretan tiga basa nukleutida pada mRNAyang menjadikan suatu asam amino pada awal atau akhir suatu rantai poplipeptida
  • Transkripsi (transcription) proses mensintesis mRNAjuga rRNAdan tRNAdengan menggunakan DNA sebagai acuan
  • Transkripsi balik sintesis DNA dengan memadukannya dengan RNA melalui enzim transkriptase balik, merupakan kejadian sebaliknya dari yang umum berlangsung dalam sel
  • Transkripsi divergen transkripsi kedua unting DNA yang bermula dari satu titik, tetapi berlangsung ke arah berlawanan
  • Transkripsi konvergen transkripsi kedua unting DNA, bermula dari tapak berbeda dan menuju ke arah yang sama
  • Translasi (translation) sintesis rantai polipeptida yang terdiri atas urutan asam amino tertentu dengan memadankannya dengan molekul RNA yang tersusun atas urutan nukleutida yang berkaitan; proses sebaliknya, sintesis asam amino yang dipadankan dengan polipeptida tidak pernah terjadi
  • Purin senyawa yang tidak terbentuk secara alami, tetapi berasal dari beberapa senyawa yang secara biologi berbeda-beda.
  • Inisiasi (initiation) proses awal berantai selama sintesis protein, terutama pembent ukan kompleks ribosom mRNAtRNA inisiator
  • Nukleosida nukleutida yang gugus fosfatnya sudah dihilangkan dengan hidrolisis, sehingga merupakan suatu basa purina atau primidina yang melekat pada ribosa atau deoksiribosa
  • Nukleosidase enzim yang mengatalisis pemisahan nukleosida menjadi basa dan pentosa
  • Nukleotida salah satu satuan monomer yang menyusun polimer DNA atau RNA, tersusun atas satu molekul pentsa, satu molekul asam fosfat,dan  satu molekul  basa yang mengandung nitrgen

MUTASI

  • Mutagen (mutagen) substansi (kimia, fisika, atau biologi) atau perlakuan yang pada keadaan yang sesuai dapat menyebabkan atau meningkatkan frekuensi mutasi diatas laju terjadinya secara spontan
  • Mutagenesis proses terjadinya mutasi, biasanya dalam tingkat gen
  • Mutagenesis in vitro percobaan perlakuan segmen DNA genom dengan reagen yang menghasilkan perubahan kimia lokal dalam molekulnya
  • Mutan (mutant) 1 suatu gen yang telah mengalami mutasi dalam suatu organisme tertent 2 suatu organisme yang mengandung gen yang sudah mengalami mutasi , terlihat pada penampilan fenotifnya  3 organisme yang mengalami mutasi sehingga berbeda dari tipe liarnya
  • Mutan balik (reverse mutsnt) perubahan pada mutan yang  mengembalikan kemampuannya untuk menghasilkan protein berfungsi
  • Mutan berefek rangkap (duall effect mutant) mutan yang memiliki mutasi pengutuban
  • Mutan bermakna salah (missense mutant) suatu mutan yang satu kodonnya bermutasi ke arah perlibatan asam amino berbeda yang menyebabkan terjadinya enzim tak aktif atau tak stabil
  • Mutan letal bersyarat (conditional lethal mutant) mutan yang pada seperangkat kondisi tertentu (permisif) fenotipnya tidak dipengaruhi secara nyata. Sedangkan pada perangkat kondisi yang lain (restriktif atau non permisif) pertumbuhan atau replikasinya dihambat oleh mutasi yang dialaminya
  • Mutan negatif DNA (DNA-negative mutant) mutan fag yang tak dapat memulai sintesiss DNA
  • Mutan nutisi (nutrition mutanta) mutasi yang mengubah suatu prototrof menjadi auksotrof
  • Mutasi (mutatio) perubahan mendadak pada bentuk dan susunan DNA dalam kromosom makhluk, yang menghasilkan protein atau ennzim yang bermodifikasi, pada umumnya merupakan perubahan individu gen, tetapi dapat pula merupakan perubahan atruktr kromosom(inversi tranlokasi)atau perubahan dalam jumlah kromosom keseluruhan di dalam inti sel, dan akibatnya akan menimbulkan modifikasi pada benntuk fenotipe serta variasi dalam populasi
  • Mutasi gamet (gametic mutation) suatu mutasi yang terjadi selama terbentuknya gamet
  • Mutasi gen (gene mutation) perubahan pada satu gen yang terwariskan
  • Mutasi kromosom (chromosome mutation) 1 aberasi kromosom 2 perubahan struktur pada kromosom
  • Mutasi letal (lethalmutation ) suatu mutasi yang menyebabkan kematian dini individu yang mengalminya
  • Insersi penyisipan atau penambahan satu atau lebih nukleotida ke dalam rantai polinukleotida
  • Delesi pengurangan satu atau lebih pasangan nukleotida pada suatu gen saat reflikasi DNA
  • Translokasi pemindahan sebagian dari segmen kromosom ke kromosom lain yang bukan kromosom homolognya
  • Duplikasi penyimpangan kromosom sehingga satu kromosom memiliki dua kelompok yang identik, masing-masing tersusun atas satu atau beberapa gen
  • Duplikasi gen produksi suatu duplikasi tanden suatu urutan DNA oleh pindah silang yang tidak berrimbangan atau oleh kelainan proses replikasi
  • Duplikasi kromosom penggandaan jumlah kromosom menjadi dua kali jumlah semula yang dihasilkan pada setiap pembelahan sel mitosis, yang berakhir dengan dua buah sel yang memiliki jumlah kromosom yang sama
  • Duplikasi tanden suatu penyimpangan sehingga dua segmen kromosom terletak satu di belakang lainnya; urutan gen setiap segmennya persisi sama; disebut juga pengulangan tanden
  • Substitusi: penggantian satu nukleotida dengan pasangannya di dalam untaian DNA komplementer dengan pasangan nukleotida lain
  • Inversi: aberasi kromosom dengan berotasinya sekelompok gen 180 sehingga urutan gen dalam kelompok itu menjadi terbalik
  • Inversi kromosom: mutasi kromosom yang melibatkan perubahan atau pembalikan urutan gen
  • Inversi bertumpang tindih: inversi kromosom majemuk disebabkan oleh terjadinya inversi kedua yang mencakup sebagian segmen inversi terdahulu
  • Inversi parasentrik suatu inversi pada kromosom yang letak sentromernya tidak ikut berubah
  • Inversi perisentrik suatu inversi pada kromosom yang letak sentromernya ikut berubah
  • Euploid: poliploid yang mempunyai jumlah kromosom ttal sama dengan kelipatan yang tepat dari jumlah kromosom haploid
  • Aneuploid: keadaan bila jumlah kromosom suatu individu tidak merupakan kelipatan tepat perangkat haploid jenisnya atau angka dasar genomnya
  • Anelisomi: variasi jumlah kromosom akibat penambahan atau pengurangan 1/sejumlah kromosom
  • Monosomi: kehilangan 1 kromosom
  • Monoploid: jumlah kromosom dasar dalam suatu seri poliploid, sel somatik atau individu yang hanya memiliki satu perangkap kromosom
  • Nulisomi: suatu organisme diploid yang kehilangan satu pasang kromosom, jadi mempunya jumlah kromosom 2n-2

SUBSTANSI GENETIKA DAN HEREDITAS

  • Gen:bagian dari kromosom berfungsi sebagai pembawa faktr keturunan, terbentuk darri sejumlah asam nukleat yang tersusun dalam makromolekul yang disebut DNA
  • Gen adiftif: gen-gen yang berinteraksi, tetapi tidak menunjukan dominasi ataupun epistasi
  • Gen C I: gen bakteri ofag yang dalam proses transkripsi dikendalikan oleh promotor
  • Gen C II: gen bakteri ofag yang daalam proses transkipsi dikendalikan oleh promotor r
  • gen dominan: gen yang apabila terdapat pada takaran tunggal bersama dengan yang khusus (heterozigot) menghasilkan sifat yang sama seperti apabila terdapat dalam takaran ganda (homozigot)
  • galur murni: keturunan yang masih bersifat asli
  • genotipe: konstitusi genetika suatu makhluk, untuk membedakannya dari penampilan fisiknya (fenotipenya)
  • gonad: organ reproduksi pada hewan,  berfungsi menghasilkan gamet atau sel kelamin; contoh:ovari dan tests
  • genetika: cabang biologi yang mendalami seluk buluk kebakaan dan keturunan
  • genetika mendel: pewarisan gen kromosom yang mengikuti hukum transmisi kromosom kepada generasi penerusnya; disebut juga mendelisme
  • haploid: keadaan bila hanya terdapat satu set kromosom yang tidak berpasangan, jadi hanya ada sejumlah n kromosom dalam satu inti sel
  • heterozigot: suatu zigot atau individu yang terbentuk dari gamet-gamet yang tidak sama atau heterolog yang mengandung gen-gen yang tidak sama. Individu diploid atau poliploid yang mewarisi alel berbeda pada satu atau beberapa lokus
  • homozigot: individu atau sel yang ditandai dengan homozigositas; sifat memiliki alel serupa dalam lokus berkaitan pada kromosom homolognya
  • hibrid: suatu heterozigot (misalnya suatu monohibrid merupakan suatu heterozigot pada suatu lokustunggal; dihibrid bersifat heterozigott pada dua lokus). Turunan dari hasil persilangan antara dua tetua yang berlainan sifat genetikanya, berlainan ras, varietes, berlainan jenis attau berlainan marga
  • hibridisasi: persilangan dari populasi yang berbeda
  • fenotipe: sifat atau karakter yang tampak
  • fertil: subur, mampu menghasilkan keturunan pribadi
  • filial: anak keturunan atau generasi
  • dominan: 1. Kecondongan sifat fenotipe yang dikendalikan satu alel mengungguli tabiat yang dikendalikan alel (resesif) lain pada lokus yang sama; 2. Kemenonjolan suatu jenis dalam satu komunitas karena ukuran, kelimpahan atau liputan sehingga mempengaruhi kebugaran jenis lainnya; 3. Sifat merajai secara fisik suatu individu yang didukung oleh pola perilaku agresif; 4. Peringkat tertinggi suatu individu dalam hierarki kedominanan;
  • resesif:suatu alel yang tidak dinyatakan dalam fenotipe kecuali kalau homozigot
  • Ciri poligenik: ciri fenotipe yang dipengaruhi beberapa gen
  • Dihibrid: dua sifat yang berbeda
  • Diploid: memiliki dua perangkat kromosom yang jumlahnya dua kali dalam jumlah haploidnya
  • Alel: satu diantara bentuk alternatf gen tertentu pada lokus kromosom yang sama, berbeda dalam urutan DNA-a tetapi mempengaruhi fungsi yang sama
  • Lokus: bagian atau tempat pada kromosom homolog yang diisi oleh gen tertentu atau salah satu dri alelnya yang berpasangan dalam proses meiosis
  • Intermediet: sifat yang bersama-sama pada suatu organisme
  • Intron: potongan penyelang DNA yang terdapat di tengah-tengah suatu gen yang tdak mengacu pada asam amino dalam hasil gen
  • Krmosom:1. pada prokariota molekul DNA melingkar yang mengandung keseluruhan perangkat intruksi genetika yang sangat diperlukan demi kehidupan sel; 2. Pada eukariota satu diantara struktur membenang yang tersusun atas kromatin dan membawa informasi genetika yang disusun dalam urutan memanjang, yang ketika terjadi pembelahan sel berubah menjadi batang-batang pendek, tebal, berpasangan pada sel somatik (2n), tunggal pada sel gammet (1n)
  • Kromonema:1. Benag-benang kromosom yang terlihat selama interfase atau profase; 2. Struktur seperti benang yang sangat halus yang terletak dalam matriks kromosom; 3. Benang-benang DNA pada bakteri dan virus-virusnya
  • Kromomer: satu diantara rangkaian manik-manik kromatin suatu kromatin eukariota, terlihat terbaik pada saat leptoten atau zigotik
  • Letal: menyebabkan kematian dengan proses kegiatan langsung
  • Genosom: sepasang kromosom yang menenntukan jenis kelamin
  • Sentromer: bagian yang menentukan bentuk dari suatu kromoosom.
  • Telomer: bagian ujung kromosom yang berperan untuk menghalangi bersambungnya kromosom yang satu dengan yang lainnya
  • Satelit:merupakan bagian tambahan pada ujung kromosom, tetapi tidak setiap kromosom memiliki satelit
  • Metasentris:sentromer terletak di tengah-tengah kromosom
  • Submetasentris:sentromer terletak submedian (ke arah salah satu ujung kromos om) sehingga kromosom terbagi menjadi dua bagian
  • Akrosentris:letak sentromer sebagai terminal (di dekat ujung kromosom)
  • Telosentris: sentromer terletak di ujung kromosom sehinggan kromosom hanya mempunyai satu buah lengan dan berbentuk lurus
  • Autosom: kromosom tubuh yang tiak ada hubungannya dengan penentuan jenis kelamin
  • Polihibrid: persilangan tiga atau lebih sifat bedamosom pada sel
  • Genom: sejumlah kromosom yang membentuk satu prangkat yang lengkap, merupakan perangkat yang terdapat pada sel-sel kelamin (gamet), dengan jumlah kromosom yang tetap sebanyak (n) yaitu separuh dari jumlah kromosom badaniah (2n)
  • Komplementer:bentuk interaksi gen yang saling melengkapi
  • Polimeri: duan gen atau lebih yang menempatkan lokus berbeda, tapi memiliki sifat yang sama
  • Epistasis:interaksi gen tidak beralel, dengan satu gen menutupi pernyataan gen yang lain pada lokus berbeda
  • Kriptomeri: sifat yang diatur oleh 2 pasang alel (dihibrid) dimana sifat dominan yang seolah-olah tersembunyi bila berdiri sendiri, pengaruhnya baru muncul apabila bersama dengan dominan gen lainnya
  • Tautan:peristiwa dimana gen-gen yang terletak pada kromosom yang sama tidak dapat memisahkan diri secara bebas pada saat pembelahan atau pembentukan gamet
  • Pindah silang: proses petukaran gen antara kromatid-kromatid yang bukan pasangan duplikasi pada sepasang kromosom homolog
  • Back cross: persilangan kembali hasilnya semua sama
  • Tert cross: uji silang
  • Gen pautan seks: gen yang terletak pada genosom atau kromosom seks
  • Hemofili: penyakit penggagalan pembekuan darah yang tertaut seks pada manusia pria
  • Hemofili A:hemofili karena defisiensi faktor globin anti hemofili; gen hema terletak di ujung lengan panjang kromosom X
  • Hemofili B: hemofili karena defisiensi faktor komponen tromboplastin plasma; gen hemb jauh letaknya dari hemau seluruh kromosom
  • Gagal berpisah: peristiwa kegagalan satu, beberapa, atau seluruh kromosom untuk berpisah pada saat meiosis
  • Eugenetik:perbaikan genetik
  • Hereditas: sifat-sifat keturunan
  • Buta warna: penyakit keturunan yang disebabkan oleh gen resesif
  • Albino: kelainan yang terjadi pada warna kulit dan organ tubuh lainnya
  • Diabetes melitus: kelainan pada tubuh sehingga glukosa terbuang bersama urin
  • Gen letal dominan: gen yang dalam keadaan genotipe homozigot dominan menyebabkan kematian
  • Gen letal resesif: gen yang dalam keadaan genotipe homozigot resesif menyebabkan kematian
  • Genotipe: konstitusi genetika sesuatu makhluk, untuk membedakannya dari penampilan fisiknya (fenotipe)
  • Trisomi: kehilangan satu kromosom pada salah satu kromosom homolognya
  • Tetrasomi:kelebihan dua kromosom sehingga genomnya menjadi 2n+2
  • Polydactily:kelebihan jari
  • Sindaktily:jari berlekatan
  • Brachidactily:jari pendek
  • Thallasemia:eritrosit kecil
  • Sickle cell anemia:eritrosit sabit
  • Amolar:tidak bergeraham
  • Hyperticosis: telingan berambut
  • Wanita super: kelebihan gonosom menjadi 44A+XXX
  • Laki-laki super: kelebihan gonosom menjadi 22A+XYY
  • Sindrom ptau: trisomi pada kromosom 13, 14, 15
  • Sindrom edward: trisomi pada kromosom 16, 17, atau 18
  • Klinefelter: kelebihan gonosom menjadi 44A+XXY

EKOLOGI

  • Adaptasi morfologi: penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya.
  • Adaptasi fisiologi :penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya.
  • Adaptasi tingkah laku :adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku.
    Adaptasi anatomi : kemampuan lari dan msemarasit.
  • Daya dukung lingkungan : jumlah individu suatu populasi yang dapat didukung oleh habitat.
  • Ekologi : ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.
  • Ekosistem : interaksi antara komunitas dan lingkungan.
  • Emigrasi : peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun.
  • Faktor biotik : faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan.
  • Faktor abiotik : faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia.
  • Individu : organisme tunggal.
  • Imigrasi : perpindahan satu atau lebih organisme kedaerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya.
  • Kamuflase : tidak mudah terlihat (bentuk,warna).
  • Kepadatan populasi : jumlah individu suatu spesies per satuan luas atau volume.
  • Keragaman : variasi spesies dalam suatu komunitas.
  • Komponen autotrofik: organisme yang mampu menyediakan atau mensintesis makanannya sendiri berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari atau klorofil.
  • Komponen heterotrofik: organisme yang mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai bahan makanannya.
  •  Komunitas : asosiasi seluruh ppopulasi pada habitat yang sama.
  • Komensalisme : hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan.
  • Krisis biodiversitas : berkurangnya keragaman hayati secara tepat di permukaan bumi.
  • Mimikri : memberi kesan berbahaya, beracun, tidak enak dimakan.
  • Mutualisme : hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
  • Netral : Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak.
  • Populasi : Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu.
  • Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator).
  • Parasitisme : hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.
  • Pemangsaan : organisme yang memakan organisme lain untuk keperluan hidupnya.
  •  Populasi : Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu.
  • Relung ekologi : seluruh ativitas untuk memanfaatkan sumberdaya lingkungan agar spesies tetap hidup.
  • Simbiotik : interaksi antara dua atau lebih spesies, satu spesies hidup di dalam atau di luar tubuh spesies lain.
  • Sink habitat :habitat dengan laju kematian lebih besar dari laju reproduksi.
  • Suksesi : perjalanan pergantian spesies menuju klimaks yang terjadi secara bertahap.
  • Stabilitas : kemampuan untuk bertahan terhadap gangguan dan kembali ke komposisi awal.
  • Struktur umur :perbandingan proposional anggota populasi menurut kelompok umur.
  • Struktur trofik : hubungan makan-memakan berbagai spesies dalam komunitas.
  • Source habitat : habitat dengan laju reproduksi lebih besar dari kematian.

JARINGAN HEWAN

  • Jaringan : gabungan sel yang mempunyai tugas dan fungsi yang sama: merupakan bangunan    dasar penyusun bagian” organ tubuh buah
  • Jaringan adiposa : jaringan lemak atau penghubung yang sel-selnya mengandung lemak berbentuk bulatan” besar
  • Jaringan elastik : jaringan penunjang yang bersifat kenyal
  • Jaringan glia : jaringan yang menyangga sistem saraf
  • Jaringan kelenjar   : jaringan parenkimia dengan se-sel penuh berisi sitoplasma berbutir, yang beradaptasi untuk sekresi bahan aromatik dan substansi lain tumbuhan
  • Jaringan otot : jaringan yang tersiri atas sel-sel serta khusus yang berfungsi untuk menggerakan atau berkontraksi
  • Jaringan pengikat  : jaringan mesoblostik yang sejumlah besar subtansi intersel yang biasanya menghubungkan serta menunjang jaringan-jaringan lainnya
  • Jaringan saraf : jaringan yang tersusun dari sel saraf (neuron) dan jaringan pembantu (neurogIia) berupa sel-sel serabut dn lapisan pembungkus dari bahan fosgolipid (myelin)
  • Epitalium   : jaringan sel hewan yang menutupi suatu permukaan, atau melpisi suatau saluran atau rongga, terdiri atas satu lapis sel atau lebih dan membentuk selaput pembungkus, parenkimia atau kebih cukup tebal
  • Matriks      : bahan dasar atau materi dasar tempat sesuatu melekat; cairan setengah kental yang manjdi bahan dasar suatu jaringan atau ruang interseluler
  • Epitel penutup  : jaringan yang tersusun dalam bentuk lembaran yang menutup permukaan luar tubuh, rongga tubuh atau saluran yang behubungan denga permukaan tubuh
  • Abrorpsi      : proses suatu pengambilan substansi (absorbat) ke dalam dan menjadi bagian substansi (absorben)
  • Absorbsi    : Peresapan, penyerapan
  • Proteksi     : pelindung
  • Epidermis : terdapat di permukaan luar tubuh
  • Endodermis : melapis rongga dalam tubuh
  • Endotelium : membungkus organ dalam
  • Mesotelium : membatasi rongga tubuh
  • Skuama     : sisik atau bagian yang tersusun seperti sisik. Bagian vertikal tulang dahi
  • Epitel kelenjar: jaringan yang terbentuk dari sel-sel yang terspesialisasi untuk memproduksi sekret (getah cair)
  • Miofibril    : jaringan otot yang mampu berkontraksi
  • Miosin       : gabungan protein, membentuk aktomiosin yang memberi warna gelap pada pita-A
  • Aktin :protein yang terdapat dalam otot dan menyatu dengan miosin dam membentuk aktomiosin yang mengantur mekanisme kontraktil sel otot dan sel-sel lain, biasanya yang terbentuk dalam filamen (aktin-f) tersusun dari serangkaian unit butir (aktin-g)
  • Otot polos : otot yang sederana. Tidak bergaris-garis, bergerak dengan sendirinya
  • Otot lurik  : otot yang serabut-serabutnya bergaris melintang, bekerja dengan sendirinya, dibungkus di dalam suatu sarung yang dilanjutkan dengan tendon
  • Otot jantung : otot yang terdiri atas sel otot bergaris melintang yang bekerja tidak menurut kemauan
  • Tendon      : pita atau tali serabut berwarna putih yang menghubungkan otot dengan struktur yang dapat bergerak
  • Neuron      : sel saraf, terdiri atas tubuh sel (perikarion) dan percabangan-percabangan
  • Dendrit      : percabangan halus dendron berupa proyeksi sitoplasma dari sel saraf yang sinapsis dengan, dan menerima rangsangan dari, akson-akson sel sarf lainnya
  • Akson        : taji sel saraf yang secara normal membawa rangsangan dari badan sel saraf
  • Badan sel  : bagian sel yang mengandung nukleus dan sebagian sitoplasma dari neuron
  • Neuron motorik     : neuron pembawa stimulus dari sistem daraf pusat yang berhubungan dengan organ efektor
  • Neuron sensorik: menyampaikan rangsangan dari reseptor ke saraf pusat
  • Neuron asosiasi     : penghubungn antara N sensoris dan N mootoris
  • Mesenkim  : yaitu sel-sel jaringan ikat embrio yang berasal dari mesoderm
  • Fibroblas   : sel dalam jaringan pengikat yang berfungsi dalam pembentukan serabut otot
  • Makrofag  : leukosit fagosit besar berinti sat yang terdapat dalam jaringan tetapi berasal dari monosit darah, berfungsi mengangkut sisa-sisa sesudah kerusakan, dan bersifat katalisator dalam pembentukan antibiodi
  • Adiposa     : salah satu sel pembentukan bahan lemak pada serangga
  • Leukosit    : sel darah putih, terdapat pada hewan tidak mengandung pigmen pernapasan
  • Osteoblas    : sel yang kelak berkembang menjadi atau menghasilkan sel tulang
  • Jaringan ikat longgar : tersusun dari matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut protein yang elastis
  • Jaringan fibrosa     : tersusun dari matriks yang mengandung serabut fleksibel berupa kolagen yang bersifat tidak elastis
  • Jaringan elastis kuning: tersusun dari matriks yang mengandung serabut elastin kuning.
  • Arteri         : pembuluh darah yang mengalirkan darah dari janung ke seluruh bagian tubuh
  • Ligamen    : pita jaringan  yang kuat, yang menghubungakan dua atau beberapa tulang yang dapat bergerak, umumnya yang terdapat pada daerah persendian untuk mencegah pergeseran persendian
  • Akson        :tonjolan sel saraf yang menghantarkan impuls dari badan sel saraf menuju sel saraf lain
  • Alat gerak aktif     :jaringan otot yang dapat menggerakan tulang atau kulit tempat melekatnya
  • Alat gerak pasif     : tulang-tulang dan hubungannya
  • Alat korti   :alat di dalam kohlea bagian dalam yang meneruskan getaran dari cairan dalam kohlea keujung saraf pendengar
  • Alveolus    : gelembung paru-paru
  • Bisep : Otot yang bagian ujung atasnya memiliki 2 tendon
  • Sel Schwan : Sel pembungkus akson sel saraf
  • Osteosit     : sel khas tulang dwasa yang berkembang dari osteoblas
  • Osteoblas  : sel yang kelak berkembang menjadi atau menghasilkan sel tulang
  • Tulang : bagian kerangka atau subtansi penyususn kerangka pada vertebrata, terdiri dar himpunan sel-sel yang terdiri serat-serat kolagen dan garam kompleks,
  • Tulang rawan : jaringan tlang pada vertebrata yang tersusun dari sel berbentuk bulat yang berserakan pada bagian matriks yang terbentuk dari polisakarida dan serabut kolagen, pada tingkat dewasa berfungsi juga sebagai pembuluh darah
  • Tulang rawan hialin : tulang rawan berwarna kebiruan, merupakan kerangka embrio, terdapat pada persendian hidung dan trakea
  • Tulang rawan iga   : tulang yang terdapat pada iga
  • Tulang rawan fibrosa : berwarna gelap dan keruh, terdapat pada persendian tulang lutur dan  belakang
  • Tulang rawan elastis : berwarna keruh kekuningan, terdapat pada bagian luar telinga , epiglotis, dan laring
  • Darah : jaringan berupa cairan tubuh yang dialirkan melalui pembuluh darah
  • Limfe : jaringan getah bening yang mengangkut protein, lemk, dan zat-zat lainnya
  • Kloaka  : Muara dari tiga saluran pelepasan, yaitu dari anus, ginjal, dan saluran kelamin

JARINGAN TUMBUHAN

  • Jaringan meristem : jaringan tumbuhan yang terdiri atas sel-sel yang terus membelah, tidak berdiferensiasi, terdapat pada titik tumbuh seperti pada pucuk akar dan pucuk batang
  • Meristem sekunder : meristem yang muncul sebagai meristem yang baru pada jaringan permanenyang tidak lagi berdifat meristem, seperti kambium , gabus, disebut juga felogen
  • Meristem primer    : setiap meristem yang berasal dari meristem rembang, meliputi meristem dasar, prokambium dan protoderma
  • Meristem interkalar : bagian meriatem rembang yang terpisah dari ujung karena perkembangan lapisan jaringan permanen, seperti terdapat pada ruas rumput-rumputan
  • Jaringan dasar :sejumlah besar sel parenkim yang menopang jaringan lain, yaitu semua jaringan dewasa tumbuh-tumbuhan yang tidak termasuk epidermis, periderm, atau jaringan pembuluhan
  • Parenkim   : bagian dari sistem jaringan dasar primer. Jaringan tersebut tersusun dari sel-sel berukuran besar dan berdinding tipis
  • Aerenkim  : jaringan parenkim dengan rongga udara yang luas
  • Klorenkim : jaringan parenkim yang mengandung kloroflas
  • Kolenkim  : jaringan hasil diferensiasi jaringan parenkim yang berfungsi untuk menyokong dan memperkuat organ tumbuhan.Jaringan tersebut tersusun dari sel berdinding tebal dan pada sudutnya mengalami penebalan selulosa dan pektin
  • Skelerenkim : berfungsi sebagai penyokong organ, jaringan tersusun dari sel-sel yang bersifat tidak aktif dan seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan
  • Skelereid   : sel yang umumnya berukran pendek, dinding sekunder berlignin, dan berceruk
  • Serat : sel skelerenkima panjang menirus, berdinding sekunder tebal dengan atau tanpa lignin
  • Jaringan ekspansi  : suatu jaringan interkalar yang terdapat di bagian terluar pepagan dalam dan yang terbentuk terutama dari jari” floem serta penampung perluasan dan permukaannya
  • Jaringan pembuluh  : jaringan yang berfungsi sebagai organ penghantar pada tanaman tinggi, terdiri atas floem dan xilem
  • pembuluh primer   : xilem dan floem yang terdiferensiasi dan prokambium pada saat berlangsungnya pertumbuhan primer
  • pembuluh sekunder : xilem dan floem yang dibentuk oleh kambium pembuluh pada saat  sekunder
  • penghantar lengkap : jaringan penghantar terdapat pada mesofil dan tidak berhubungan dengan jaringan pembuluh, misalnya terdapat pada daun beberapa gymnospermae
  • Jaringan penghubung : suatu jaringan yang menghubungakan kepala putik dan bagian dalam ovari, sevara fisiologi dan morfologi sama dengan kepala putik
  • Jaringan perantara : jaringan parenkimia yang terdapat diantara dua jaringan pembuluh sekunder pada monokotil
  • Floem : Bagian dari berkas pembuluh yang tersusun atas sel-sel pembuluh tapis, sel-sel pengiring, dan sel-sel parenkium floem
  • Xilem : jaringan pembuluh pada tumbuhan tinggi terdiri atas trakeid berlignin, unsur pembuluh, dan serat, yang menghantarkan air dan garam-garam mineral yang diserap oleh akar ke seluruh bagian, dan juga berfungsi untuk menopang tubuh secara mekanis
  • Jaringan dermal     : suatu lapisan tunggal sel-sel yang terbungkus rapat yang menutupi dan melindungi semua bagian “kulit’ tumbuhan tersebut
  • Epidermis  : jaringan terluar tumbuhan yang menutup permukaan tubuh, baik akar, batang maupun daun
  • Kutin : sekresi yang transparan berlilin, yang melindungi permukaan luar daun pada beberapa jenis tumbuhan
  • Angiospermae : Tumbuhnan berbiji tertutup
  • Arus transpirasi     : aliran cairan dalam sel-sel pembuluh kayu akibat penguapan air dari daun
  • Berkas pengangkut : berkas atau ikatan pembuluh yang terdiri atas xylem dan floem
  • Berkas pengangkut : berkas atau ikatan pembuluh yang terdiri atas xylem dan floem
  • Sitokinin    : Kelompok hormone tumbuhan yang menghasilkan respons perkembangan dan
  • Spons : Jaringan bunga karang; hewan berpori
  • Tekanan akar: Salah satu faktor penyebab naik air didalam pmblh kayu menurt prinsp kapilaritas
  • Tekanan turgor : Tekanan sesungguhnya yang berkembang dari cairan sel tumbuhan
  • Pengangkutan ekstrafasikuler: Pengangkutan diluar berkas pembuluh
  • Pengangkutan intrafasilkuler: Pengangkutan didalam berkas pembuluh

REPRODUKSI

  • Reproduksi : proses alami pada binatang dan tumbuhan dengan menurunkan individu-individu baru untuk melestarikan jenisnya
  • Vegetatif   : salah satu stadium pertumbuhan daripada tumbuhan yang tidak melibatkan perkembangbiakan:kawin, pada jamur disebut asimilatif
  • Generatif   : tahap pertumbuhan bagian dari daur kehidupan pada tumbuhan yang ditandai dengan pembentukan gamet dalam proses perkawinan secara seksual.
  • Organ reproduksi  : terdiri dari alat kelamin dlam dan alat kelamin luar
  • Spermatogenesis   : proses pembentukan sel sperma di dalam testis (tubulus semineferus)
  • Adrenalin  : epinefrin, sejenis hormon yang disekresikan oleh sumsum ginjal yang berpran dalammeningkatkan tekanan darah
  • Androgen  : suatu istilah umum untuk hormone kelamin jantan yang mempengaruhi perkembangan tanda-tanda kelamin sekunder
  • Endokrin   : kelenjar buntu, Kelenjar yang mensekresikan hormone
  • Estrogen    : Istilah umum untuk hormone kelamin betina yang mempengaruhi tanda-tanda kelamin kelenjar
  • Hormone   : Suatu zat kimia yang dihasilkan oleh satu sel atau kelompok sel tak bersaluran    atau buntu
  • Hormone juvenile : Sejenis hormone yang menghambat proses pendewasaan pada hewan
  • Hormone kelamin  : Zat kimia yang mempengaruhi perkembangan sel-sel kelamin di dalam kelenjar kelamin
  • Hormone penghambat : Sejenis hormone yang menghambat produksi ekdison sehingga tidak terjadi proses pengelupasan
  • Kasein :  Protein susu yang terdapat dalam air susu
  • Tanda kelamin sekunder   : Tanda-tanda pada anak-anak yg mengalami akil balig menurut jenis kelaminnya

SISTEM TRANSPORTASI TUMBUHAN

  • Asimilasi   : penyusunan zat-zat hara yang sederhana menjadi bagian yang kompleks dalam jasad hidup         ,  pengubahan makanan menjadi protoplasma
  • Transpirasi : penguapan air, proses kehilangan air karena epavorasi melalui permukaan tumbuhan terutama melalui stomata
  • Respirasi    : pertukaran gas antara makhluk dan media lingkungannya: pernapasan.
  • Kohesi       :daya tarik menarik antar molekul dan partikel suatu zat sehingga terbentuk butir-butir
  • Eritrosit     : Sel darah merah
  • Hemoglobin          : Protein sel darah merah yang memungkinkan darah mengangkut oksigen
  • Pembuluh balik     : vena , Pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju jantung dari seluruh tubuh
  • Pembuluh kapiler : Pembuluh darah/limfa paling kecil yang dindingnya tersusun atas satu lapis sel
  • Pembuluh nadi, arteri , Pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung keseluruh tubuh
  • Pemutar     :Ruas tulang leher kedua yang bersama-sama dengan atlas membentuk sendi putar pada leher
  • Peredaran darah besar :  Peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh kembali ke jantung
  • Peredaran darah ganda     : Dalam satu peredaran darah lengkap, darah melalui jantung sebanyak dua kali
  • Peredaran darah kecil        : Peredaran darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung
  • Peredaran darah terbuka   : Darah mengalir ke seluruh tubuh tidak melalui pembuluh darah
  • Peredaran darah tertutup  : Darah mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah
  • Peredaran darah tunggal   : Dalam satu peredaran darah lengkap, darah hanya satu kali melalui jantung
  • Plasma darah : Cairan darah, bagian darah yang bening kekuning-kuningan, dapat membeku

SISTEM RESPIRASI

  • Ekspirasi                : Mengeluarkan napas
  • Periostium             : Selaput fibrus yang membungkus permukaan tulang, kecuali pada                persendian dan tempat melekatnya otot
  • Pernapasan dada   : Mengembangnya rongga dada yang disebabkan berkontraksinya     otot-otot rusuk
  • Pernapasan perut   : Mengembangnya rongga dada yang disebabkan berkontraksinya diafragma
  • Pernapasan sel       : Oksidasi makanan yang terjadi di dalam sel
  • Persendian : Hubungan dua tulang atau lebih yang melibatkan gerakan
  • Pleura : Selaput paru-paru
  • Retina        : selaput jala, Slpt terdlm bola mta t4 terdptnya ujng-ujng saraf penglihat sebagai reseptor cahaya
  • Rongga berdenyut            : Alat pengeluaran pada paramecium
  • Selaput plasma      : Selaput tipis sekeliling permukaan sel yang mengatur keluar dan masuknya zat dari dan ke dalam sel
  • Selaput suara : Selaput pada pangkal tenggorokan yang bergetar dan mengeluarkan suara jika ada udara dari dan ke paru—paru
  • Seludang myelin   : Pembungkus akson saraf yang berperan sebagai isolator
  • Serabut      : Sel atau jaringan yg memanjang dan ujungnya runcing, berfungsi sebagai penguat
  • Simpai sendi : Pembungkus sendi
  • Sinapsis     : Hubungan sel-sel saraf dengan jarak
  • Stigma       : spirakel , Lubang tempat keluar masuknya udara yg terdapat pada ruas-ruas tubuh serangga

Top of Form

Bottom of Form

Author: alviyahibnuaqil

kobarkan api semangat juangmu untuk menuju masa depan yang cerah

2 thoughts on “Istilah-Istilah Biologi

  1. artikelnya sangat menarik .. terimakasih ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.088 pengikut lainnya.